Pelopor Gerakan Modernis – Le Corbusier
Yang benar-benar membuat kita takjub adalah sosok Le Corbusier yang kita temui di Villa Savoye: ia menolak segala keterikatan kaku dengan dirinya di masa lalu, mendekati pekerjaannya dengan kepolosan yang tidak ternoda oleh kesombongan dan kegelisahan yang tidak terhalang oleh pencapaiannya sendiri, dan sekali lagi mulai menganalisis, mensintesis, dan mengejar keyakinan yang sangat ia hargai.
Museum Nasional Seni Barat
Museum Nasional Seni Barat adalah perwujudan dari konsep awal Le Corbusier tentang "museum yang dapat berkembang" . Berbentuk seperti cangkang kerang spiral, bangunan ini dapat meluas tanpa batas ke luar; ketika perluasan di masa depan dibutuhkan, struktur yang ada dapat diperluas ke samping.
Di aula yang dinamai Corbusier sebagai "Aula Abad ke-19" , jendela atap berbentuk segitiga di atasnya memancarkan cahaya sakral. Dipadukan dengan bentuk salib yang cerdik yang dibentuk oleh elemen struktural bangunan, cahaya itu seketika membersihkan pandangan pengunjung. Di sini, Corbusier berhasil mengintegrasikan serangkaian elemen: arsitektur, cahaya, dinding rendah, landasan, kolom, jendela atap yang tidak beraturan, dan manusia...
Meskipun merupakan penyimpangan radikal dari karya-karya lainnya, kapel ini tetap mempertahankan prinsip-prinsip desain inti Corbusier: kemurnian, keterbukaan, dan rasa kebersamaan. Jauh dari menolak cita-cita mekanistik atau Gaya Internasional, kapel ini mewakili respons kontekstual terhadap situs suci. Berakar pada prinsip-prinsip desain modern namun selaras dengan lingkungannya, Chapelle Notre-Dame du Haut termasuk di antara karya-karya arsitektur abad ke-20 yang paling memukau dan merupakan puncak karier Corbusier.