loading

Pemasok solusi satu atap untuk plafon logam & produk fasad logam.

Eileen Gray: Perancang Wanita Pelopor Modernisme

Eileen Gray: Perancang Wanita Pelopor Modernisme



Saat ini, arsitek dan desainer furnitur kelahiran Irlandia, Eileen Gray, dirayakan sebagai salah satu desainer paling inovatif di zamannya. Kehidupan pribadinya yang tertutup telah menjadikannya sosok yang penuh teka-teki, sehingga kita hanya memiliki sedikit wawasan tentang kisahnya. Estetika desain modernnya yang berani, dikombinasikan dengan penguasaannya terhadap teknik kerajinan pernis tradisional Jepang, memperkuat statusnya sebagai salah satu desainer wanita terpenting dalam sejarah—membuatnya mendapatkan pengakuan internasional di bidang yang didominasi pria.

Lahir pada tahun 1878 di Brownswood, County Wexford, Irlandia, Gray berasal dari keluarga Anglo-Irlandia yang kaya. Meskipun ibunya, Evelyn Pounden, berasal dari keluarga bangsawan, ia menentang tradisi dengan menikahi seorang seniman kelas menengah. Penolakan Evelyn terhadap norma-norma konvensional membentuk Gray, menjadi ciri khas kehidupan pribadinya, saat ia menjalin hubungan dengan pria dan wanita. Seperti banyak wanita kaya di zamannya, Gray belajar di Slade School of Fine Art di London dan tinggal di South Kensington, namun ia merasa bosan dengan kelas melukis dan menggambar di sana. Di Museum Victoria dan Albert-lah ia mengembangkan ketertarikannya pada kerajinan pernis dan memulai studi pengantar dalam bidang tersebut—pengalaman penting yang akan menjadi landasan kesuksesannya di masa depan.
 640 (4) (14)
 640 (3) (16)
Pada tahun 1902, Gray pindah ke Paris bersama dua temannya untuk melanjutkan pelatihan seninya. Pertemuannya dengan bengkel pernis milik Tuan Charles di Soho, London, terjadi secara kebetulan: ia menemukannya saat kembali ke South Kensington untuk merawat ibunya yang sakit. Di sana, ia mengamati keahlian Charles dan mendapatkan informasi kontak untuk bengkel pernis di Paris. Setelah kembali ke Paris, ia memulai kolaborasi selama empat tahun dengan Masuzo Sugawara, seorang ahli seni pernis tradisional Jepang.

Tahun 1913 merupakan tahun penting bagi Gray: ia memamerkan karya-karya kerajinan pernisnya di Salon des Artistes Décorateurs dan menerima komisi besar pertamanya dari Jacques Doucet yang terkenal.


 640 (7) (10)
Pecahnya Perang Dunia I memaksa Gray untuk kembali ke Inggris bersama Sugawara untuk sementara waktu. Namun, pada tahun 1917, mereka pindah kembali ke Paris. Gray menerima pesanan dari Madame Mathieu Lévy untuk mendekorasi sebuah apartemen untuknya di Rue de Lota. Di sana, ia membuat sendiri sebagian besar perabotannya, dan mendesain panel serta karpet—termasuk Kursi Bibendum yang kini ikonik, yang terdiri dari dua tabung empuk yang dilapisi kulit lembut.
Kerajinan pernis merupakan material utama untuk dekorasi apartemen: misalnya, dinding aula masuk dilapisi dengan ratusan panel pernis kecil, dari situlah ia mengembangkan desain sekat modularnya yang sangat terkenal.

Gray menjalin persahabatan dengan kritikus arsitektur Jean Badovici. Pada tahun 1922, mereka berkolaborasi untuk membuka Galerie Jean Désert—sebuah ruang pameran dan toko yang digabung menjadi satu. Meskipun ada banyak desainer dekoratif wanita di Inggris dan Amerika Serikat, Eileen tetap menjadi orang luar di lingkaran desain Paris yang didominasi pria.
Pada tahun 1923, ia menciptakan kamar tidur-boudoir untuk Pameran Monte Carlo dan memamerkan karyanya di Salon des Artistes Décorateurs di Paris. Pada tahun 1926, Maharaja Indore membeli dua kursi dek dari Gray. Kursi-kursi ini awalnya dirancang untuk proyek arsitektur barunya—vila E-1027 di Roquebrune-sur-Argens, yang sekarang ditetapkan sebagai situs warisan arsitektur nasional oleh pemerintah Prancis.

Pada tahun 1926, Eileen Gray mulai membangun rumah liburan ini untuk Badovici di tebing curam yang menghadap Laut Mediterania. Kediaman ini dipuji sebagai paradigma sejati arsitektur modern, menampilkan denah lantai terbuka yang dicapai melalui dinding partisi tetap dan layar yang dapat dipindahkan. Arsitektur dan furnitur berinteraksi dalam harmoni yang sempurna, hasil dari penekanan Gray pada organisasi ruang yang logis. Furnitur inovatifnya termasuk meja samping tempat tidur E-1027: dibuat dari pipa baja, meja ini dapat dinaikkan atau diturunkan ke ketinggian yang diinginkan. Bahkan, sebagian besar furnitur di rumah ini dapat diputar atau dilipat untuk kemudahan penggunaan, dan pernis banyak digunakan dalam desainnya. Selama masa hidup Gray, vila E-1027 hanya mendapat sedikit pujian dari orang-orang sezamannya, namun sekarang dianggap sebagai karya klasik arsitektur modern. Luar biasanya, vila ini diciptakan oleh seorang desainer tanpa pendidikan arsitektur formal.

Pada tahun 1932, Gray mendesain rumah kedua untuk dirinya sendiri di Tempe-Palau. Namun, pecahnya Perang Dunia II memaksanya pindah ke pedalaman demi keselamatan. Masa isolasi ini mengubahnya menjadi seorang penyendiri selama sisa hidupnya. Sekembalinya ke Tempe-Palau, ia mendapati rumahnya dijarah; apartemennya di Saint-Tropez, tempat sebagian besar karyanya disimpan, mengalami nasib yang sama. Terpukul oleh kehilangan tersebut, produktivitas kreatifnya sangat terbatas selama perang. Pada tahun 1954, ia mulai membangun kediaman ketiganya di Loupelo dekat Saint-Tropez, namun ia tetap sepenuhnya tersembunyi dari pandangan publik. Kemudian, ia tinggal di sebuah apartemen di Rue Bonaparte di Paris dan melanjutkan pekerjaan desainnya. Baru pada tahun 1970-an Gray secara bertahap mendapatkan pengakuan melalui serangkaian pameran retrospektif karya-karyanya. Ia meninggal dunia pada tahun 1976, dan stasiun radio nasional Prancis mengeluarkan obituari khusus—pada saat itu, dunia telah mulai menyadari kehilangan seorang jenius.

 640 (39)

Saat ini, baik Irlandia maupun Prancis telah mengambil langkah untuk menghormati kejeniusan Eileen Gray. Di Irlandia, Museum Nasional Irlandia di Collins Barracks mengadakan pameran yang menceritakan kisah hidup Gray melalui karya-karyanya, yang semuanya diperoleh dari apartemennya di Paris setelah kematiannya. Baru-baru ini, Centre Pompidou di Paris menggelar retrospektif besar pada tahun 2013, menampilkan karya-karya Gray yang belum pernah dilihat sebelumnya dan menyoroti inovasi artistiknya. Pameran ini memberikan penghormatan yang luar biasa kepada perancang Irlandia yang "megah dan penuh daya pikat"—penghargaan yang selama hidupnya selalu luput darinya.

Sebelumnya
Pembentukan Lembaran Aluminium Hiperbolik, Membentuk Siluet Estetika Artistik
Kazuyo Sejima | Melarutkan Batasan Arsitektur dengan "Transparansi"
lanjut
direkomendasikan untuk Anda
tidak ada data
Hubungi kami
ARCHITECTURE SERVICE
CONTACT US ANYTIME
Hak Cipta © 2025 Guangdong Disen Building Technology Co., Ltd. | Peta Situs
Customer service
detect